Jumat, 27 Oktober 2017

Contoh teks Fabel dan Eksemplum

Teks Fabel                                                                                                                                                          

Singa dan Beruang
              Suatu hari singa mengajak beruang untuk berburu bersama. Beruang setuju karena dia juga sedang lapar. Mereka segera menuju padang lumpur karena disana banyak mangsa.
             Tiba di padang rumput , singa dan beruang bersembunyi di antara semak-semak. Masing-masing mengincar mangsa yang akan mereka kejar.
             Setelah mangsa yang ada, singa dan beruang keluar dari tempat persembunyian secara bersamaan. Mereka mulai mengejar mangsa . Tanpa disadari, mereka mengejar mangsa yang sama, seekor anak rusa.
            Dengan mudah, anak rusa itu bisa tertangkap. Singa dan beruang langsung bertengkar memperebutkan anak rusa itu.
            “Ini Mangsaku. Aku menangkapnya dengan gigitanku yang kuat,” kata singa.
            Beruang tidak mau kalah,”Tidak,ini rusaku.Aku juga menangkapnya.”
           Mereka terus memperebutkan anak rusa itu . Saat hari sudah sore, singa dan beruang akhirnya berhenti berebut. Mereka lelah dan hanya duduk tanpa bisa menggerakkan badan.
           Rupanya, dari tadi mengamati pertengkaran mereka. Mengetahui kalau saat ini singa dan beruang sudah lelah.
          “Ah, ini kesempatanku untuk merebut anak rusa itu,” pikir serigala.
          Serigala segera berlari dan merebut anak rusa. “Terima kasih ya.Kalian baik sekali memberiku anak rusa yang lezat ini,”kata serigala sambil tersenyum.
         Dengan sisa tenaga, singa dan beruang beresuha merebut kembali mangsa mereka. Namun, mereka sudah terlalu lelah. Akhrinya, anak rusa itu dibawa kabur serigala.
         “Semua salah kita. Kalau saja kita mau berbagi,pasti kita sama-sama kenyang sekarang,” kata mereka dengan wajah yang terlihat menyesal.





Teks Eksemplum
Kebahagiaan yang Lebur dalam Kesedihan
           Di sebuah kota, hiduplah sebuah keluarga. Keluarga itu mempunyai anak yang bernama Citra. Kehidupan dalam keluarga itu selalu dililit oleh hutang. Kedua orang tua Citra selalu bersyukur setiap cobaan yang menimpa mereka.
           Pada suatu ketika, sang Bapak dipecat dari kantornya karena secara tidak sengaja merusak mesin printer milik kantor tersebut. Akhirnya sang Bapak pulang dengan wajah yang tidak karu-karuan, lalu ia menceritakan permasalahan ini kepada istrinya.
           “Bu, hari ini Bapak di pecat dari kantor.”kata sang Bapak.
           “Ya mungkin itu sudah menjadi takdir kita pak.” Jawab istrinya.
           “Sekarang Bapak bingung mau mencari pekerjaan dimana. Sekarang ini mencari pekerjaan tidak mudah.”kata sang Bapak.
           “Ya sudah pak pak, tidak usah terlalu di pikirkan. Sekarang mari kita makan dulu !” seru isrinya untuk mengajak makan siang.
           Tiba-tiba sang anak menghampiri mereka dengan keadaan sedih. Sepulang sekolah tadi ia selalu nilai rapornya yang dibawah rata-rata. Citra sangat bingung sekali, karena ia takut dimarahi oleh kedua orang tuanya.
          Bukannya dimarahi, justru Citra mendapati wajah bkedua orang tuanya yang lagi bersedih. Sejak kejadian inilah Citra giat belajar agar bisa meraih cita-citanya dan agar bisa membantu masalah yang dihadapi oleh kedua orang tuanya.
          Sejak saat itu pula, Ayah Citra jatuh sakit karena selalu memikirkan pekerjaan yang tidak kunjung di dapatkan.
          Pada suatu hari, Citra sedang melaksanakan UKK. Demi meraih nilai yang tinggi. Citra rajin belajar dari jauh-jauh hari. Beberapa hari setelah melaksanakan ujian, iakhirnya dia berhasil mendapatkan nilai yang memuaskan.
          Tidak disangka ia mendapat nilai terbaik dari semua nilai teman-temannya. Ketika bel berbunyi, Citra berlari pulang dengan wajah yang sangat senang karena ia tidak sabar untuk menunjukkan kepada orang tuanya.
          Namun perasaan bahagia itu tidak berlangsung lama karena melihat sebuah jasad terbaring di rumahnya. Dia melihat ibunya yang menangis karena melihat jasad ayahnya yang sudah tertutup dengan kain kafan.
          Citra pun mulai meneteskan air matanya. Betapa sedihnya Citra ketika ingin menunjukkan nilai yang ia dapat kepada ayahnya, justru ayahnya lelah terlebih dahulu tiada.
        Ia sadar bahwa kematian juga akan datang secara tiba-tiba. Ia juga sadar untuk membahagiakan kedua orang tuanya bukan dari nilai saja. Namun masih banyak cara yang lainnya. Jadi bagaimanapun keadaan kita, kita harus selalu berusaha untuk membahagakan kedua orang tua kita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Manfaat Daun Ketapang untuk Aquarium

- Menyerap racun dan menurunkan PH dalam air aquarium dan kolam - Anti jamur dan bakteri bagi ikan - Menstimulasi warna - Mencegah stress pa...