Selasa, 01 Desember 2020

KISI-KISI PAI

 


1.       Tajwid QS. Yunus/ 10: 40-41

Tajwid QS Al-Maidah/ 5: 32

2.       Ditampilkan Q.S. Yunus/ 10: 40-41 dan Q.S. al-Maidah/ 5: 32 tentang toleransi, rukun, dan menghindarkan diri dari tindak kekerasan, peserta didik dapat menunjukkan cara membaca huruf tertentu pada kalimat yang bergaris bawah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3.       Arti kata/kalimat QS. Yunus/ 10: 40-41

 

Arti kata/kalimat QS Al-Maidah/ 5: 32

 

 

 

 

 

4.       Isi Kandungan Ayat Q.S. Yūnus/10: 40-41

“Dan di antara mereka ada orang-orang yang beriman kepadanya

(al-Qur’ān), dan di antaranya ada (pula) orang-orang yang tidak beriman

kepadanya. Sedangkan Tuhanmu lebih mengetahui tentang orang-orang yang

berbuat kerusakan.” (Q.S. Yūnus/10: 40)

“Dan jika mereka (tetap) mendustakanmu (Muhammad), maka katakanlah,

Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu tidak bertanggung jawab

terhadap apa yang aku kerjakan dan aku pun tidak bertanggung jawab terhadap

apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. Yūnus/10: 41)

Q.S. Yūnus/10: 40 Allah Swt. menjelaskan bahwa setelah Nabi Muhammad

saw. berdakwah, ada orang yang beriman kepada al-Qur’ān dan mengikutinya

serta memperoleh manfaat dari risalah yang disampaikan, tapi ada juga yang tidak

beriman dan mereka mati dalam kekafiran.

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti 191

Pada Q.S. Yūnus/10: 41 Allah Swt. memberikan penegasan kepada rasul-Nya,

bahwa jika mereka mendustakanmu, katakanlah bahwa bagiku pekerjaanku, dan

bagi kalian pekerjaan kalian, kalian berlepas diri dari apa yang aku kerjakan dan

aku berlepas diri terhadap apa yang kalian kerjakan. Allah Swt. Mahaadil dan

tidak pernah ẓalim, bahkan Dia memberi kepada setiap manusia sesuai dengan

apa yang diterimanya.

Dari penjelasan ayat tersebut dapat disimpulkan hal-hal berikut.

a.       Umat manusia yang hidup setelah diutusnya Nabi Muhammad saw. terbagi

menjadi 2 golongan, ada umat yang beriman terhadap kebenaran kerasulan

dan kitab suci yang disampaikannya dan ada pula golongan orang yang

mendustakan kerasulan Nabi Muhammad saw. dan tidak beriman kepada al-

Qur’ān.

b.        Allah Swt. Maha Mengetahui sikap dan perilaku orang-orang beriman yang

selama hidup di dunia senantiasa bertaqwa kepada-Nya, begitu juga orang

kafir yang tidak beriman kepada-Nya.

c.        Orang beriman harus tegas dan berpendirian teguh atas keyakinannya. Ia

tegar meskipun hidup di tengah-tengah orang yang berbeda keyakinan dengan

dirinya.

Ayat di atas juga menjelaskan perlunya menghargai perbedaan dan toleransi.

Cara menghargai perbedaan dan toleransi antara lain tidak mengganggu aktivitas

keagamaan orang lain.

 

QS. Al Maidah/5 :32

Allah Swt. menjelaskan dalam ayat ini, bahwa setelah peristiwa pembunuhan

Qabil terhadap Habil, Allah Swt. menetapkan suatu hukum bahwa membunuh

seorang manusia, sama dengan membunuh seluruh manusia. Begitu juga

menyelamatkan kehidupan seorang manusia, sama dengan menyelamatkan

seluruh manusia. Ayat ini menyinggung sebuah prinsip sosial di mana masyarakat

bagaikan sebuah tubuh, sedangkan individu-individu masyarakat merupakan

anggota tubuh tersebut. Apabila sebuah anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh

yang lainnya pun ikut merasakan sakit.

Begitu juga apabila seseorang berani mencemari tangannya dengan darah

orang yang tak berdosa, maka pada hakikatnya dia telah membunuh manusiamanusia

lain yang tak berdosa. Dari segi sistem penciptaan manusia, terbunuhnya

Habil telah menyebabkan hancurnya generasi besar suatu masyarakat, yang bakal

tampil dan lahir di dunia ini. Al-Qur’ān memberikan perhatian penuh terhadap

perlindungan jiwa manusia dan menganggap membunuh seorang manusia, sama

dengan membunuh sebuah masyarakat.

Pengadilan di negara-negara tertentu menjatuhkan hukuman qisas, yaitu

membunuh orang yang telah membunuh. Di Indonesia juga pernah dilakukan

hukuman mati bagi para pembunuh.

Dalam Q.S. al-Māidah/5: 32 terdapat tiga pelajaran yang dapat dipetik.

a.        Nasib kehidupan manusia sepanjang sejarah memiliki kaitan dengan orang

lain. Sejarah kemanusiaan merupakan mata rantai yang saling berhubungan.

Karena itu, terputusnya sebuah mata rantai akan mengakibatkan musnahnya

sejumlah besar umat manusia.

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti 195

b.       Nilai suatu pekerjaan berkaitan dengan tujuan mereka. Pembunuhan seorang

manusia dengan maksud jahat merupakan pemusnahan sebuah masyarakat,

tetapi keputusan pengadilan untuk melakukan eksekusi terhadap seorang

pembunuh dalam rangka qisas merupakan sumber kehidupan masyarakat.

c.       Mereka yang memiliki pekerjaan yang berhubungan dengan penyelamatan jiwa

manusia, seperti para dokter, perawat, polisi harus mengerti nilai pekerjaan

mereka. Menyembuhkan atau menyelamatkan orang yang sakit dari kematian

bagaikan menyelamatkan sebuah masyarakat dari kehancuran.

Tugas kita bersama adalah menjaga ketenteraman hidup dengan cara mencintai

tetangga, orang-orang yang berada di sekitar kita. Artinya, kita dilarang melakukan

perilaku-perilaku yang dapat merugikan orang lain, termasuk menyakitinya dan

melakukan tindakan kekerasan kepadanya.

Di Indonesia ada hukum yang mengatur pelarangan melakukan tindak

kekerasan, termasuk kekerasan kepada anak dan anggota keluarga, misalnya UU

No. 23 Tahun 2002 dan UU No. 23 Tahun 2004.

 

5.       Disajikan iIustrasi tentang perilaku toleransi, peserta didik dapat mengevaluasi perilaku toleransi yang benar.

6.       Disajikan iIustrasi tentang perilaku toleransi, peserta didik dapat mengevaluasi perilaku toleransi yang benar.

7.       Disajikan iIustrasi tentang perilaku toleransi, peserta didik dapat memberikan tanggapan tentang perilaku toleransi.

8.       Disajikan iIustrasi tentang perilaku toleransi, peserta didik dapat menunjukkan sikap toleransi yang benar sesuai Q.S. Yunus 40-41.

9.       Melengkapi potongan ayat QS Al-Maidah/5 :32

 

10.   Tugas Rasul

1. Menyampaikan risalah dari Allah Swt.

2. Mengajak kepada tauhid, yaitu mengajak umatnya untuk meng-esa-kan

Allah Swt. dan menjauhi perilaku musyrik (menyekutukan Allah).

3. Memberi kabar gembira kepada orang mukmin dan memberi peringatan

kepada orang kafir.

4. Menunjukkan jalan yang lurus.

5. Membersihkan dan menyucikan jiwa manusia serta mengajarkan kepada

mereka kitab dan hikmah.

6. Sebagai hujjah bagi manusia.

11.   Penerapan beriman kepada Rasul dalam kehidupan sehari-hari

1.       Menjunjung tinggi risalah (ajaran Allah Swt. yang disampaikan rasul-Nya)

2.       Melaksanakan seruannya untuk beribadah hanya kepada Allah Swt.

3.       Giat dan rajin bekerja mencari rezeki yang halal, sesuai dengan keahliannya

4.       Selalu mengingat, memahami, dan berperilaku sesuai dengan tuntunan

Rasulullah saw.

5.       Melakukan usaha-usaha agar kualitas hidupnya meningkat ke derajat yang lebih tinggi. Usaha-usaha itu, misalnya seperti berikut.:

a. Memelihara dan meningkatkan iman dan takwa kepada Allah Swt.

b. Memelihara dan meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani.

c. Meningkatkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat. Misalnya, ilmu

pengetahuan tentang pertanian, perikanan, peternakan, teknologi,

kedokteran, perdagangan, industri, transportasi, dan ekonomi. Ilmu-ilmu

pengetahuan tersebut hendaknya digunakan sebagai bekal dalam beribadah

dan usaha menyejahterakan umat manusia.

6.       Terus berdakwah agar ajaran yang dibawa rasul tidak sirna.

12.   Perilaku beriman kepada Rasul pada kehidupan sehari hari

13.   Hikmah beriman kepada Rasul

1. Makin sempurna imannya.

2. Terdorong untuk menjadikan contoh dalam hidupnya.

3. Terdorong untuk melakukan perilaku sosial yang baik.

4. Memiliki teladan dalam hidupnya.

5. Mencintai para rasul dengan cara mengikuti dan mengamalkan ajarannya.

6. Mengetahui hakikat dirinya bahwa ia diciptakan Allah Swt. untuk mengabdi

kepada-Nya.

14.   Sikap sikap pemimpin yang harus dimiliki sebagai cerimanan beriman kepada rasul Allah Swt. :

1.       Sifat  Wajib :

a.       As-Siddiq : selalu benar

b.       Al amanah : dapat dipercaya

c.       At-Tabllig : menyampaikan wahyu

d.       Al-Fatanah : cerdas

2.       Sifat Mustahil

a.       Al Kizzib : bohong

b.       Al-Khianah : berkhianat

c.       Al-Kitman : menyembunyikan kebenaran

d.       Al-Baladah : bodoh

3.       Sifat Jaiz

Rasul juga memiliki sifat-sifat yang tidak terdapat pada

selain rasul, yaitu seperti berikut.

1. Ishmaturrasūl adalah orang yang ma’shum, terlindung dari dosa dan salah

dalam kemampuan pemahaman agama, ketaatan, dan menyampaikan wahyu

Allah Swt. sehingga selalu siaga dalam menghadapi tantangan dan tugas apa

pun.

2. Iltizamurrasūl adalah orang-orang yang selalu komitmen dengan apa pun

yang mereka ajarkan. Mereka bekerja dan berdakwah sesuai dengan arahan

dan perintah Allah Swt. meskipun untuk menjalankan perintah Allah Swt. itu

harus berhadapan dengan tantangan-tantangan yang berat baik dari dalam diri

pribadinya maupun dari para musuhnya. Rasul tidak pernah sejengkal pun

menghindar atau mundur dari perintah Allah Swt.

15.   Tanda-tanda beriman kepada Rasul Allah ; mempercayai keberadaannya

16.   Cara berbakti kepada orang tua

1. Berbakti dengan melaksanakan nasihat dan perintah yang baik dari keduanya.

2. Merawat dengan penuh keikhlasan dan kesabaran apalagi jika keduanya sudah

tua dan pikun.

3. Merendahkan diri, kasih sayang, berkata halus dan sopan, serta mendoakan

keduanya.

4.       Rela berkorban untuk orang tuanya.

5.       Meminta kerelaan orang tua ketika akan berbuat sesuatu.

6.       Berbuat baik kepada orang tua, walaupun ia berbuat aniaya.

 Cara Berbakti kepada Guru

Banyak cara yang dapat dilakukan seorang siswa dalam rangka berakhlak

terhadap guru, di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Menghormati dan memuliakannya, mengikuti nasihatnya.

2. Mengamalkan ilmunya dan membaginya kepada orang lain.

3. Tidak melawan, menipu, dan membuka rahasia guru.

4. Memuliakan keluarga dan sahabat karib guru.

5. Murid harus mengikuti sifat guru yang dikenal baik akhlak, tinggi ilmu dan

keahlian, berwibawa, santun dan penyayang.

6. Murid harus mengagungkan guru dan meyakini kesempurnaan ilmunya. Orang

yang berhasil hingga menjadi ilmuwan besar, sama sekali tidak boleh berhenti

menghormati guru.

7. Menghormati dan selalau mengenangnya, meskipun sudah wafat.

8. Bersikap sabar terhadap perlakuan kasar atau akhlak buruk guru. Hendaknya

berusaha untuk memaafkan perlakuan kasar, turut mendoakan keselamatan

guru.

9. Menunjukkan rasa berterima kasih terhadap ajaran guru. Melalui itulah ia

mengetahui apa yang harus dilakukan dan dihindari.

10. Sopan ketika berhadapan dengan guru, misalnya; duduk dengan tawadu’,

tenang, diam, posisi duduk sedapat mungkin berhadapan dengan guru,

menyimak perkataan guru sehingga tidak membuat guru mengulangi perkataan.

11. Tidak dibenarkan berpaling atau menoleh tanpa keperluan jelas, terutama saat

guru berbicara kepadanya.

12. Berkomunikasi dengan guru secara santun dan lemah-lembut.

17.   Disajikan narasi tentang hormat dan patuh  kepada orang tua dan guru, peserta didik dapat memberikan contoh penerapan hormat dan patuh kepada orang tuadan guru dengan benar.

18.   Disajikan narasi tentang hormat dan patuh kepada orang tua dan guru, peserta didik dapat menentukan contoh penerapan hormat dan patuh kepada orang tuadan guru dengan benar.

19.   Penerapan patuh dan hormat kepada orang tua yang sudah meninggal

1. Merawat jenazah dengan cara memandikan, mengafankan, menyalatkan, dan

menguburkannya.

2. Melaksanakan wasiat dan menyelesaikan hak Adam yang ditinggalkannya

(utang atau perjanjian dengan orang lain yang masih hidup).

3. Menyambung tali silaturahmi kepada kerabat dan teman-teman dekatnya atau

memuliakan teman-teman kedua orang tua.

4. Melanjutkan cita-cita luhur yang dirintisnya atau menepati janji kedua ibu

bapak.

5. Mendoakan ayah ibu yang telah tiada dan memintakan ampun kepada Allah

Swt. dari segala dosa orang tua kita.

 

20.   Isi Kandungan QS al-Isra/17: 23-24

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih saying dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.” (Q.S. al-Isrā’/17: 23-24)

21.   Disajikan beberapa  pernyataan tentang hormat dan patuh kepada orang tua dan guru, peserta didik dapat menentukan contoh penerapan hormat danpatuh kepada orang tua dan guru dengan benar.

22.   Disajikan beberapa  pernyataan tentang hormat dan patuh kepada orang tua dan guru, peserta didik dapat menentukan contoh penerapan hormat danpatuh kepada orang tua dan guru dengan benar.

23.   Disajikan pernyataan tentang hormat dan patuh kepada orang tua dan guru, peserta didik dapat menentukan contoh penerapan hormat dan patuh kepada orang tua dan guru dengan benar.

24.   Syarat Khotib :

-          Islam

-          Baligh

-          Berakal sehat

-          Mengetahui ilmu agama

25.   Rukun khutbah

-          Membaca Hamdallah

-          Membaca syahadatain

-          Membaca shalawat

-          Berwasiat taqwa

-          Membaca ayat Al-Quran pada salah satu khutbah

-          Berdoa pada khutbah kedua

26.   Sunah khutbah

-          Khatib berdiri ketika khutbah

-          Mengawali khutbah dengan memberi salam

-          Khutbah hendaknya jelas, mudah dipahami, tidak terlalu panjang

-          Khatib menghadap jamaah ketika khutbah

-          Menertibkan rukun khutbah

-          Membaca surat al-Ikhlas ketika duduk di antara dua khutbah

27.   Adab mengikuti khutbah jumat

28.   Disajikan sebuah tabel tentang prinsip-prinsip dakwah yang seharusnya dengan yang tidak boleh, peserta didik dapat menentukan pasangannya dengan tepat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

29.   Dalil metode dakwah

 

30.   Disajikan beberapa pernyataan aktivitas seseorang, peserta didik dapat menganalisis macam dakwah yang dilakukan dengan benar.

31.   Ditampilkan sebuah diskripsi keberhasilan dakwah, peserta didik dapat menentukan metode dakwah dengan tepat.

32.   Ditampilkan sebuah diskripsi keberhasilan dakwah, peserta didik dapat memilih metode dakwah dengan tepat.

33.   Tablig (menyampaikan/memberitahukan dengan lisan) adalah kegiatan menyampaikan pesan Allah SWT secara lisan kepada satu orang Islam atau lebih untuk diketahui dan diamalkan isinya.

34.   Etika dalam tablig

1) Bersikap lemah lembut, tidak kasar, dan tidak merusak.

2) Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti.

3) Mengutamakan musyawarah dan berdiskusi untuk memperoleh

kesepakatan bersama.

4) Materi dakwah yang disampaikan harus mempunyai dasar hukum yang

kuat dan jelas sumbernya.

5) Menyampaikan dengan ikhlas dan sabar, sesuai dengan kondisi,

psikologis dan sosiologis para pendengarnya atau penerimanya.

6) Tidak menghasut orang lain untuk bermusuhan, merusak, berselisih, dan

mencari-cari kesalahan orang lain.

35.   Faktor internal antara lain:

1. konsistensi dan istiqamah umat Islam kepada ajaran Islam,

2. ajaran Islam yang mendorong umatnya untuk maju,

3. Islam sebagai rahmat seluruh alam,

4. Islam sebagai agama dakwah sekaligus keseimbangan dalam menggapai

kehidupan duniawi dan ukhrawi.

36.   Disajikan narasi perkembangan peradaban Islam pada masa modern, peserta didik dapat menjelaskan faktor-faktor perkembangan peradaban Islam pada masa modern.

37.   Disajikan deskripsi tentang inti sebuah faham dan pendapat  yang dicetuskan oleh salahsatu tokoh pembaharu Islam pada abad 19. Peserta didik menyebutkan salahsatu tokoh tersebut.

38.   Disajikan narasi tentang tokoh-tokoh pembaharu Islam pada abad 19, peserta didik dapat menyajikan ide pemikiran tokoh pembaharu pada masa tersebut.

39.   Disajikan narasi awal kebangkitan para pembaharu Islam pada abad 19, peserta didik dapat menuliskan tokoh yang menjadi penggagas  utama yang mengawali ide pembaharuan.

40.   Disajikan bukti-bukti perkembangan islam pada masa modern, peserta didik dapat menyimpulkan hikmah mempelajari ide pemikiran para pembaharu Islam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Manfaat Daun Ketapang untuk Aquarium

- Menyerap racun dan menurunkan PH dalam air aquarium dan kolam - Anti jamur dan bakteri bagi ikan - Menstimulasi warna - Mencegah stress pa...