1. Tajwid
QS. Yunus/ 10: 40-41

Tajwid
QS Al-Maidah/ 5: 32

2.
Ditampilkan
Q.S. Yunus/ 10: 40-41 dan Q.S. al-Maidah/ 5: 32 tentang toleransi, rukun, dan
menghindarkan diri dari tindak kekerasan, peserta didik dapat menunjukkan cara
membaca huruf tertentu pada kalimat yang bergaris bawah.
3.
Arti
kata/kalimat QS. Yunus/ 10: 40-41

Arti
kata/kalimat QS Al-Maidah/ 5: 32


4.
Isi
Kandungan Ayat Q.S. Yūnus/10: 40-41
“Dan di antara mereka
ada orang-orang yang beriman kepadanya
(al-Qur’ān), dan di antaranya ada (pula) orang-orang
yang tidak beriman
kepadanya. Sedangkan Tuhanmu lebih mengetahui tentang
orang-orang yang
berbuat kerusakan.” (Q.S. Yūnus/10: 40)
“Dan jika mereka (tetap)
mendustakanmu (Muhammad), maka katakanlah,
Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu tidak
bertanggung jawab
terhadap apa yang aku kerjakan dan aku pun tidak
bertanggung jawab terhadap
apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. Yūnus/10: 41)
Q.S. Yūnus/10: 40 Allah Swt. menjelaskan
bahwa setelah Nabi Muhammad
saw.
berdakwah, ada orang yang beriman kepada al-Qur’ān dan mengikutinya
serta
memperoleh manfaat dari risalah yang disampaikan, tapi ada juga yang tidak
beriman
dan mereka mati dalam kekafiran.
Pendidikan
Agama Islam dan Budi Pekerti 191
Pada Q.S. Yūnus/10:
41 Allah Swt. memberikan penegasan kepada rasul-Nya,
bahwa
jika mereka mendustakanmu, katakanlah bahwa bagiku pekerjaanku, dan
bagi
kalian pekerjaan kalian, kalian berlepas diri dari apa yang aku kerjakan dan
aku
berlepas diri terhadap apa yang kalian kerjakan. Allah Swt. Mahaadil dan
tidak
pernah ẓalim, bahkan Dia memberi kepada setiap manusia sesuai dengan
apa
yang diterimanya.
Dari
penjelasan ayat tersebut dapat disimpulkan hal-hal berikut.
a.
Umat
manusia yang hidup setelah diutusnya Nabi Muhammad saw. terbagi
menjadi
2 golongan, ada umat yang beriman terhadap kebenaran kerasulan
dan
kitab suci yang disampaikannya dan ada pula golongan orang yang
mendustakan
kerasulan Nabi Muhammad saw. dan tidak beriman kepada al-
Qur’ān.
b.
Allah Swt. Maha Mengetahui sikap dan perilaku
orang-orang beriman yang
selama
hidup di dunia senantiasa bertaqwa kepada-Nya, begitu juga orang
kafir
yang tidak beriman kepada-Nya.
c.
Orang beriman harus tegas dan berpendirian
teguh atas keyakinannya. Ia
tegar
meskipun hidup di tengah-tengah orang yang berbeda keyakinan dengan
dirinya.
Ayat
di atas juga menjelaskan perlunya menghargai perbedaan dan toleransi.
Cara
menghargai perbedaan dan toleransi antara lain tidak mengganggu aktivitas
keagamaan
orang lain.
QS.
Al Maidah/5 :32
Allah Swt. menjelaskan
dalam ayat ini, bahwa setelah peristiwa pembunuhan
Qabil
terhadap Habil, Allah Swt. menetapkan suatu hukum bahwa membunuh
seorang
manusia, sama dengan membunuh seluruh manusia. Begitu juga
menyelamatkan
kehidupan seorang manusia, sama dengan menyelamatkan
seluruh
manusia. Ayat ini menyinggung sebuah prinsip sosial di mana masyarakat
bagaikan
sebuah tubuh, sedangkan individu-individu masyarakat merupakan
anggota
tubuh tersebut. Apabila sebuah anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh
yang
lainnya pun ikut merasakan sakit.
Begitu juga apabila
seseorang berani mencemari tangannya dengan darah
orang
yang tak berdosa, maka pada hakikatnya dia telah membunuh manusiamanusia
lain
yang tak berdosa. Dari segi sistem penciptaan manusia, terbunuhnya
Habil
telah menyebabkan hancurnya generasi besar suatu masyarakat, yang bakal
tampil
dan lahir di dunia ini. Al-Qur’ān memberikan perhatian penuh terhadap
perlindungan
jiwa manusia dan menganggap membunuh seorang manusia, sama
dengan
membunuh sebuah masyarakat.
Pengadilan di
negara-negara tertentu menjatuhkan hukuman qisas, yaitu
membunuh
orang yang telah membunuh. Di Indonesia juga pernah dilakukan
hukuman
mati bagi para pembunuh.
Dalam
Q.S. al-Māidah/5: 32 terdapat tiga pelajaran yang dapat dipetik.
a.
Nasib kehidupan manusia sepanjang sejarah
memiliki kaitan dengan orang
lain.
Sejarah kemanusiaan merupakan mata rantai yang saling berhubungan.
Karena
itu, terputusnya sebuah mata rantai akan mengakibatkan musnahnya
sejumlah
besar umat manusia.
Pendidikan
Agama Islam dan Budi Pekerti 195
b.
Nilai
suatu pekerjaan berkaitan dengan tujuan mereka. Pembunuhan seorang
manusia
dengan maksud jahat merupakan pemusnahan sebuah masyarakat,
tetapi
keputusan pengadilan untuk melakukan eksekusi terhadap seorang
pembunuh
dalam rangka qisas merupakan sumber kehidupan masyarakat.
c.
Mereka
yang memiliki pekerjaan yang berhubungan dengan penyelamatan jiwa
manusia,
seperti para dokter, perawat, polisi harus mengerti nilai pekerjaan
mereka.
Menyembuhkan atau menyelamatkan orang yang sakit dari kematian
bagaikan
menyelamatkan sebuah masyarakat dari kehancuran.
Tugas kita bersama
adalah menjaga ketenteraman hidup dengan cara mencintai
tetangga,
orang-orang yang berada di sekitar kita. Artinya, kita dilarang melakukan
perilaku-perilaku
yang dapat merugikan orang lain, termasuk menyakitinya dan
melakukan
tindakan kekerasan kepadanya.
Di Indonesia ada hukum
yang mengatur pelarangan melakukan tindak
kekerasan,
termasuk kekerasan kepada anak dan anggota keluarga, misalnya UU
No.
23 Tahun 2002 dan UU No. 23 Tahun 2004.
5.
Disajikan iIustrasi tentang perilaku toleransi, peserta didik
dapat mengevaluasi perilaku toleransi yang benar.
6.
Disajikan iIustrasi tentang perilaku toleransi, peserta didik
dapat mengevaluasi perilaku toleransi yang benar.
7.
Disajikan iIustrasi tentang perilaku toleransi, peserta didik
dapat memberikan tanggapan tentang perilaku toleransi.
8.
Disajikan iIustrasi tentang perilaku toleransi, peserta didik
dapat menunjukkan sikap toleransi yang benar sesuai Q.S. Yunus 40-41.
9.
Melengkapi
potongan ayat QS Al-Maidah/5 :32

10. Tugas
Rasul
1. Menyampaikan risalah dari Allah Swt.
2. Mengajak kepada tauhid, yaitu
mengajak umatnya untuk meng-esa-kan
Allah Swt. dan menjauhi perilaku
musyrik (menyekutukan Allah).
3. Memberi kabar gembira kepada orang
mukmin dan memberi peringatan
kepada orang kafir.
4. Menunjukkan jalan yang lurus.
5. Membersihkan dan menyucikan jiwa
manusia serta mengajarkan kepada
mereka kitab dan hikmah.
6.
Sebagai hujjah bagi manusia.
11. Penerapan
beriman kepada Rasul dalam kehidupan sehari-hari
1.
Menjunjung tinggi risalah (ajaran Allah
Swt. yang disampaikan rasul-Nya)
2.
Melaksanakan seruannya untuk beribadah
hanya kepada Allah Swt.
3.
Giat dan rajin bekerja mencari rezeki
yang halal, sesuai dengan keahliannya
4.
Selalu mengingat, memahami, dan
berperilaku sesuai dengan tuntunan
Rasulullah saw.
5.
Melakukan usaha-usaha agar kualitas
hidupnya meningkat ke derajat yang lebih tinggi. Usaha-usaha itu, misalnya
seperti berikut.:
a.
Memelihara dan meningkatkan iman dan takwa kepada Allah Swt.
b.
Memelihara dan meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani.
c.
Meningkatkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat. Misalnya, ilmu
pengetahuan
tentang pertanian, perikanan, peternakan, teknologi,
kedokteran,
perdagangan, industri, transportasi, dan ekonomi. Ilmu-ilmu
pengetahuan
tersebut hendaknya digunakan sebagai bekal dalam beribadah
dan
usaha menyejahterakan umat manusia.
6.
Terus berdakwah agar ajaran yang dibawa
rasul tidak sirna.
12.
Perilaku beriman kepada Rasul pada
kehidupan sehari hari
13.
Hikmah beriman kepada Rasul
1. Makin sempurna imannya.
2. Terdorong untuk menjadikan contoh
dalam hidupnya.
3. Terdorong untuk melakukan perilaku
sosial yang baik.
4.
Memiliki teladan dalam hidupnya.
5.
Mencintai para rasul dengan cara mengikuti dan mengamalkan ajarannya.
6. Mengetahui hakikat dirinya bahwa ia diciptakan Allah Swt.
untuk mengabdi
kepada-Nya.
14.
Sikap sikap pemimpin yang harus dimiliki sebagai cerimanan beriman kepada
rasul Allah Swt. :
1.
Sifat
Wajib :
a.
As-Siddiq : selalu benar
b.
Al amanah : dapat dipercaya
c.
At-Tabllig : menyampaikan wahyu
d.
Al-Fatanah : cerdas
2.
Sifat Mustahil
a.
Al Kizzib : bohong
b.
Al-Khianah : berkhianat
c.
Al-Kitman : menyembunyikan kebenaran
d.
Al-Baladah : bodoh
3.
Sifat Jaiz
Rasul juga memiliki sifat-sifat yang tidak terdapat pada
selain rasul, yaitu seperti berikut.
1. Ishmaturrasūl adalah orang yang ma’shum,
terlindung dari dosa dan salah
dalam kemampuan pemahaman agama, ketaatan, dan menyampaikan
wahyu
Allah Swt. sehingga selalu siaga dalam menghadapi tantangan
dan tugas apa
pun.
2. Iltizamurrasūl adalah orang-orang yang
selalu komitmen dengan apa pun
yang mereka ajarkan. Mereka bekerja dan berdakwah sesuai
dengan arahan
dan perintah Allah Swt. meskipun untuk menjalankan perintah
Allah Swt. itu
harus berhadapan dengan tantangan-tantangan yang berat baik
dari dalam diri
pribadinya maupun dari para musuhnya. Rasul tidak pernah
sejengkal pun
menghindar atau mundur dari perintah Allah Swt.
15.
Tanda-tanda beriman kepada Rasul Allah
; mempercayai keberadaannya
16.
Cara berbakti kepada orang tua
1. Berbakti dengan melaksanakan nasihat
dan perintah yang baik dari keduanya.
2. Merawat dengan penuh keikhlasan dan
kesabaran apalagi jika keduanya sudah
tua dan pikun.
3. Merendahkan diri, kasih sayang,
berkata halus dan sopan, serta mendoakan
keduanya.
4.
Rela berkorban untuk orang tuanya.
5.
Meminta kerelaan orang tua ketika akan
berbuat sesuatu.
6.
Berbuat baik kepada orang tua, walaupun
ia berbuat aniaya.
Cara Berbakti kepada Guru
Banyak cara yang dapat dilakukan
seorang siswa dalam rangka berakhlak
terhadap
guru, di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Menghormati dan memuliakannya,
mengikuti nasihatnya.
2. Mengamalkan ilmunya dan membaginya
kepada orang lain.
3. Tidak melawan, menipu, dan membuka
rahasia guru.
4. Memuliakan keluarga dan sahabat
karib guru.
5. Murid harus mengikuti sifat guru
yang dikenal baik akhlak, tinggi ilmu dan
keahlian, berwibawa, santun dan
penyayang.
6. Murid harus mengagungkan guru dan
meyakini kesempurnaan ilmunya. Orang
yang berhasil hingga menjadi ilmuwan
besar, sama sekali tidak boleh berhenti
menghormati guru.
7. Menghormati dan selalau
mengenangnya, meskipun sudah wafat.
8. Bersikap sabar terhadap perlakuan
kasar atau akhlak buruk guru. Hendaknya
berusaha untuk memaafkan perlakuan
kasar, turut mendoakan keselamatan
guru.
9. Menunjukkan rasa berterima kasih
terhadap ajaran guru. Melalui itulah ia
mengetahui apa yang harus dilakukan dan
dihindari.
10. Sopan ketika berhadapan dengan
guru, misalnya; duduk dengan tawadu’,
tenang, diam, posisi duduk sedapat
mungkin berhadapan dengan guru,
menyimak perkataan guru sehingga tidak
membuat guru mengulangi perkataan.
11. Tidak dibenarkan berpaling atau
menoleh tanpa keperluan jelas, terutama saat
guru berbicara kepadanya.
12.
Berkomunikasi dengan guru secara santun dan lemah-lembut.
17.
Disajikan narasi
tentang hormat dan patuh kepada orang
tua dan guru, peserta didik dapat memberikan contoh penerapan hormat dan patuh
kepada orang tuadan guru dengan benar.
18.
Disajikan narasi tentang hormat dan
patuh kepada orang tua dan guru, peserta didik dapat menentukan contoh
penerapan hormat dan patuh kepada orang tuadan guru dengan benar.
19.
Penerapan patuh dan hormat kepada orang
tua yang sudah meninggal
1. Merawat jenazah dengan
cara memandikan, mengafankan, menyalatkan, dan
menguburkannya.
2. Melaksanakan wasiat dan
menyelesaikan hak Adam yang ditinggalkannya
(utang atau perjanjian
dengan orang lain yang masih hidup).
3. Menyambung tali
silaturahmi kepada kerabat dan teman-teman dekatnya atau
memuliakan teman-teman
kedua orang tua.
4. Melanjutkan cita-cita
luhur yang dirintisnya atau menepati janji kedua ibu
bapak.
5. Mendoakan ayah ibu yang
telah tiada dan memintakan ampun kepada Allah
Swt. dari segala dosa orang tua kita.
20.
Isi
Kandungan QS al-Isra/17: 23-24
“Dan Tuhanmu
telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat
baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya
sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau
mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya,
dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu
terhadap keduanya dengan penuh kasih saying dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku!
Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu
kecil.” (Q.S. al-Isrā’/17: 23-24)
21.
Disajikan
beberapa pernyataan tentang hormat dan
patuh kepada orang tua dan guru, peserta didik dapat menentukan contoh
penerapan hormat danpatuh kepada orang tua dan guru dengan benar.
22.
Disajikan beberapa pernyataan tentang hormat dan patuh kepada
orang tua dan guru, peserta didik dapat menentukan contoh penerapan hormat
danpatuh kepada orang tua dan guru dengan benar.
23.
Disajikan pernyataan tentang hormat dan
patuh kepada orang tua dan guru, peserta didik dapat menentukan contoh
penerapan hormat dan patuh kepada orang tua dan guru dengan benar.
24.
Syarat Khotib :
-
Islam
-
Baligh
-
Berakal sehat
-
Mengetahui ilmu agama
25.
Rukun khutbah
-
Membaca Hamdallah
-
Membaca syahadatain
-
Membaca shalawat
-
Berwasiat taqwa
-
Membaca ayat Al-Quran pada salah satu
khutbah
-
Berdoa pada khutbah kedua
26.
Sunah khutbah
-
Khatib berdiri ketika khutbah
-
Mengawali khutbah dengan memberi salam
-
Khutbah hendaknya jelas, mudah
dipahami, tidak terlalu panjang
-
Khatib menghadap jamaah ketika khutbah
-
Menertibkan rukun khutbah
-
Membaca surat al-Ikhlas ketika duduk di
antara dua khutbah
27.
Adab mengikuti khutbah jumat
28.
Disajikan sebuah tabel tentang
prinsip-prinsip dakwah yang seharusnya dengan yang tidak boleh, peserta didik
dapat menentukan pasangannya dengan tepat.
29.
Dalil metode dakwah

30.
Disajikan beberapa
pernyataan aktivitas seseorang, peserta didik dapat menganalisis macam dakwah
yang dilakukan dengan benar.
31.
Ditampilkan sebuah
diskripsi keberhasilan dakwah, peserta didik dapat menentukan metode dakwah
dengan tepat.
32.
Ditampilkan sebuah
diskripsi keberhasilan dakwah, peserta didik dapat memilih metode dakwah dengan
tepat.
33.
Tablig (menyampaikan/memberitahukan
dengan lisan) adalah kegiatan menyampaikan pesan Allah SWT secara lisan kepada
satu orang Islam atau lebih untuk diketahui dan diamalkan isinya.
34.
Etika dalam tablig
1) Bersikap lemah lembut, tidak kasar,
dan tidak merusak.
2) Menggunakan bahasa yang mudah
dimengerti.
3) Mengutamakan musyawarah dan berdiskusi
untuk memperoleh
kesepakatan bersama.
4) Materi dakwah yang disampaikan harus
mempunyai dasar hukum yang
kuat dan jelas sumbernya.
5) Menyampaikan dengan ikhlas dan
sabar, sesuai dengan kondisi,
psikologis dan sosiologis para
pendengarnya atau penerimanya.
6) Tidak menghasut orang lain untuk
bermusuhan, merusak, berselisih, dan
mencari-cari
kesalahan orang lain.
35.
Faktor internal antara lain:
1. konsistensi dan istiqamah umat Islam
kepada ajaran Islam,
2. ajaran Islam yang mendorong umatnya
untuk maju,
3. Islam sebagai rahmat seluruh alam,
4. Islam sebagai agama dakwah sekaligus
keseimbangan dalam menggapai
kehidupan
duniawi dan ukhrawi.
36.
Disajikan narasi perkembangan peradaban
Islam pada masa modern, peserta didik dapat menjelaskan faktor-faktor perkembangan
peradaban Islam pada masa modern.
37.
Disajikan
deskripsi tentang inti sebuah faham dan pendapat yang dicetuskan oleh salahsatu tokoh
pembaharu Islam pada abad 19. Peserta didik menyebutkan salahsatu tokoh
tersebut.
38.
Disajikan narasi
tentang tokoh-tokoh pembaharu Islam pada abad 19, peserta didik dapat
menyajikan ide pemikiran tokoh pembaharu pada masa tersebut.
39.
Disajikan narasi
awal kebangkitan para pembaharu Islam pada abad 19, peserta didik dapat
menuliskan tokoh yang menjadi penggagas
utama yang mengawali ide pembaharuan.
40.
Disajikan bukti-bukti perkembangan
islam pada masa modern, peserta didik dapat menyimpulkan hikmah mempelajari ide
pemikiran para pembaharu Islam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar